Padahal Punya Efek Buruk, Kenapa Makanan dan Minuman Manis Bikin Nagih Ya?

Reporter : Anif Fathul Amin
Kamis, 6 Oktober 2022 08:03
Padahal Punya Efek Buruk, Kenapa Makanan dan Minuman Manis Bikin Nagih Ya?
Jadi pengen ngunyah dan minum manis terus deh!

Kebiasaan sering mengonsumsi gula berlebih memiliki efek yang buruk bagi tubuh. Maka tidak heran, banyak pakar kesehatan menyarankan untuk membatasi asupan gula harian sesuai yang telah disarankan.

Namun, bagi sebagian orang yang terbiasa mungkin terasa sulit mengurangi camilan manis. Sebab, sebagian orang selalu ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis setiap harinya. Belum lagi beberapa orang sudah terbiasa mengonsumsi teh manis sebagai minuman setelah makan. Kenapa minuman manis membuat ketagihan? Berikut penjelasannya!

1 dari 6 halaman

Gula tersembunyi pada makanan

Ilustrasi Makanan ManisIlustrasi Makanan Manis © chefsteps.com

Dilansir WebMD, beberapa makanan yang mengandung gula tambahan antara lain permen, minuman manis, camilan manis, dan susu dengan tambahan pemanis. Selain makanan yang memang terasa manis, asupan gula juga bisa terdapat pada makanan lainnya, misalnya roti, saos tomat, hingga protein bar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa sebagian besar gula yang dikonsumsi saat ini merupakan gula “ tersembunyi” karena tidak menunjukkan rasa manis yang terdapat pada makanan olahan. Beberapa contoh diantaranya yaitu satu sendok makan saos tomat mengandung sekitar empat gram gula atau setara dengan satu sendok teh.

2 dari 6 halaman

Kenapa makan makanan manis bikin “nagih”?

Ilustrasi Perempuan Penyuka Makanan ManisIlustrasi Perempuan Penyuka Makanan Manis © shutterstock.com/farknotarchitect

Healthline menjelaskan bahwa saat mengonsumsi gula, tubuh akan menghasilkan dopamin. Dopamin adalah neurotransmiter pada sistem imbalan atau reward circuit yang berkaitan dengan perilaku adiktif atau ketagihan.

Ketika mengonsumsi makanan manis, maka otak menghasilkan dopamin berlebihan yang menimbulkan efek kegembiraan. Ini membuat seseorang cenderung mengulangi kebiasaan tersebut karena otak menganggapnya sebagai ”hadiah” yang menimbulkan rasa senang.

Apabila mengonsumsi makanan manis terus berlanjut, maka otak akan menyesuaikan diri dengan melepaskan sedikit dopamin. Maka dari itu, cara untuk mendapatkan efek kegembiraan yang sama seperti sebelumnya yaitu dengan mengulangi kebiasaan mengonsumsi makanan manis dengan jumlah atau frekuensi yang lebih banyak.

3 dari 6 halaman

Mengapa ketagihan gula menjadi masalah?

Ilustrasi Makanan ManisIlustrasi Makanan Manis © 2021 istockphoto

Gula dapat memberikan efek yang adiktif. Addiction Center menyebutkan bahwa tanda paling jelas dari efek ketagihan gula yaitu mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula berlebih dalam jumlah besar.

Kebiasaan mengonsumsi gula yang terus berlanjut dalam jumlah berlebih dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti obesitas. WebMD menjelaskan, penelitian menunjukkan seseorang yang minum minuman dengan kandungan gula cenderung memiliki berat badan berlebih dan lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2 daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

4 dari 6 halaman

Batas konsumsi gula yang dianjurkan

Ilustrasi BobaIlustrasi Boba © dothebay

Dalam akun instagram resmi Kementerian Kesehatan @kemenkes_ri menyebutkan bahwa sebanyak 28,7 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang disarankan. Sementara itu, sebanyak 30,22 persen orang mengonsumsi minuman manis 1 sampai 6 kali dalam satu minggu.

Di Indonesia, jumlah gula yang dikonsumsi harian telah diatur oleh Kementerian Kesehatan. Anjuran konsumsi gula yaitu tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per orang per hari.

5 dari 6 halaman

Langkah untuk mengurangi makan makanan manis

Ilustrasi Buah-BuahanIlustrasi Buah-Buahan © Unsplash/Brenda Godinez

Gula tambahan pada makanan apabila dikonsumsi melebihi batas yang disarankan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi asupan gula berlebih yaitu mengganti camilan manis dengan mengonsumsi buah-buahan segar. Selain memberikan rasa manis alami dari buah, kandungan nutrisi dan serat di dalamnya juga menyehatkan tubuh.

Meskipun buah segar juga mengandung gula alami, kecepatan penyerapan gula pada buah berbeda dengan gula yang sengaja ditambahkan pada makanan dan minuman manis. American Heart Association (AHA) menjelaskan, kandungan serat pada buah seperti apel membuat tubuh lebih lama mencernanya. Akibatnya, gula alami yang ada di buah menjadi lebih lama diserap oleh tubuh.

Beri Komentar