Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Bikin Sakit Kepala, Benarkah?

Reporter : Anif Fathul Amin
Selasa, 10 Mei 2022 07:03
Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Karbohidrat Bikin Sakit Kepala, Benarkah?
Mitos atau fakta nih?

Sakit kepala dis

ebut sebagai "respons umum" setelah makan makanan tertentu. Makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan, seperti sepotong kue cokelat atau semangkuk pasta, termasuk di antara tersangka yang memicu kondisi tersebut.

Pemicu makanan seperti itu sering dilaporkan orang-orang yang sering mengalami gangguan migrain, kata Dr. Peter Goadsby, seorang profesor neurologi di King's College London dan University of California, Los Angeles, seperti dikutip dari New York Times, Kamis, 28 April 2022. Lalu benarkah makanan tinggi gula dan karbohidrat berpotensi memunculkan sakit kepala?

1 dari 6 halaman

Ilustrasi Sakit KepalaIlustrasi Sakit Kepala © healthline.com

Tidak seperti sakit kepala tipe tegang yang dialami banyak orang, 18 persen perempuan dan 6 persen pria telah mengalami sakit kepala migrain setiap tahun di Amerika Serikat. Orang yang menderita migrain memiliki episode berulang, baik itu sakit kepala sedang maupun berat. Tentunya, ini disertai dengan gejala lainnya mulai dari mual hingga sensitif terhadap cahaya.

Melansir dari Channel News Asia, sebuah studi yang terbit tahun 2018 mengatakan, hampir 30 persen pasien melaporkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu telah memicu sakit kepala.

2 dari 6 halaman

Meski demikian, studi terbaru dari Dr. Goadsby dan lainnya menunjukkan, kemungkinan besar bukan makanan yang menyebabkan migrain, melainkan orang yang mengonsumsi makanan tertentu.

Selama tahap awal migrain, fase awal disebut prodrome, yang dimulai pada fase sakit kepala menyerang disertai gejala lainnya. Mulai dari kelelahan, kabut otak, perubahan suasana hati, sensitif terhadap cahaya, kekakuan otot, menguap, dan sering buang air kecil.

3 dari 6 halaman

Makanan yang Mengandung KarbohidratMakanan yang Mengandung Karbohidrat © 2021 diabetes.co.uk/

Selama tahap ini, studi pencitraan otak menunjukkan bahwa hipotalamus, wilayah otak yang mengatur rasa lapar, aktif menyebabkan seseorang mengonsumsi banyak makanan tertentu.

“ Cukup jelas bahwa area ini berubah aktivitasnya sebelum rasa sakit dimulai,” ungkap Dr. Goadsby.

Laporan mengatakan, seringkali orang mengonsumsi makanan kaya karbohidrat, meskipun makanan yang tepat bervariasi, namun beberapa orang lebih menginginkan camilan gurih dan asin. Sementara yang lain lebih memiliki permen dan cokelat.

4 dari 6 halaman

Ilustrasi CokelatIlustrasi Cokelat © supermarketperimeter.com

Terbaru, cokelat menjadi salah satu makanan yang memicu migrain. Tapi, jurnal Nutrients pada tahun 2020 mengungkapkan, tidak ada cukup bukti yang mengatakan bahwa cokelat dapat menyebabkan migrain.

Dan orang yang mengalami migrain, mungkin disebabkan juga mengikuti diet tinggi gula rafinasi dan karbohidrat olahan, sehingga ini meningkatkan peradangan di tubuh mereka yang rentan beresiko.

5 dari 6 halaman

Selain itu, melewatkan jam makan dan puasa juga dilaporkan sebagai pemicu migrain. Oleh karena itu, Profesor Neurologi sekaligus Spesialis Pengobatan Sakit Kepala di Mayo Clinic Scottsdale, Dr. Rashmi Halker Singh mengatakan, perlu mengonsumsi makanan bergizi secara teratur. Selain tidur yang cukup, berolahraga secara teratur dan mengelola stres juga sangat penting.

“ Ada ledakan pengobatan baru di bidang ini, dan kami memiliki banyak harapan untuk ditawarkan kepada orang-orang,” ungkap Dr. Rashmi.

“ Jika Anda merasa mengalami masalah sakit kepala, terlepas karena gula atau tidak, saya pikir Anda harus mempertimbangkan untuk dievaluasi,” pungkasnya.

6 dari 6 halaman

Beri Komentar