Kenapa Ya Penderita Diabetes Mulutnya Kering dan Sering Haus?

Reporter : Anif Fathul Amin
Rabu, 21 September 2022 18:03
Kenapa Ya Penderita Diabetes Mulutnya Kering dan Sering Haus?
Apa hubungannya haus dengan kadar gula darah ya?

Banyak penderita diabetes sering merasa haus dan mengalami mulut kering. Hal ini tidaklah mengherankan, sebab dehidrasi dan diabetes memang berjalan beriringan. Melansir dari Healthline, rasa haus dan mulut kering merupakan tkamu dehidrasi ringan. Di samping itu, keduanya sering kali merupakan indikator pertama diabetes. Namun, apa hubungan antara diabetes dan dehidrasi?

1 dari 6 halaman

Ilustrasi DiabetesIlustrasi Diabetes © Shutterstock

Hubungan keduanya terlihat dari cara tubuh merespons gula darah tinggi. Seorang penderita diabetes tidak dapat membuat insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang memungkinkan sel-sel tubuh kamu menyerap gula dalam aliran darah kamu, dan kemudian menggunakan gula itu untuk energi.

Jika tubuh kamu tidak menggunakan insulin dengan benar, gula dapat menumpuk di aliran darah kamu. Ketika gula darah kamu tetap tinggi untuk waktu yang lama, ginjal kamu harus bekerja lebih keras untuk menyaring dan membuang kelebihan glukosa.

2 dari 6 halaman

Kondisi ini terjadi melalui buang air kecil. Peningkatan buang air kecil inilah yang menyebabkan dehidrasi, terutama jika kamu tidak mengganti cairan yang hilang.

Oleh karena itu, rasa haus yang berlebihan merupakan gejala awal diabetes, sekaligus gejala dehidrasi ringan. Rasa haus diabetes meningkat ketika tubuh kamu kehilangan terlalu banyak air dari buang air kecil yang disebabkan oleh gula darah tinggi.

3 dari 6 halaman

Ilustrasi Minum Air PutihIlustrasi Minum Air Putih © Shutterstock

Meskipun sering minum, kamu mungkin masih merasa haus atau mengalami dehidrasi. Ini karena ginjal kamu akan terus memproduksi lebih banyak urine untuk membuang kelebihan glukosa. Siklus ini berlanjut selama gula darah kamu terlalu tinggi. Selain itu, rasa haus pada penderita diabetes juga dapat disebabkan oleh ketoasidosis diabetik (DKA).

Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah komplikasi diabetes yang terjadi setelah gula darah tinggi yang berkepanjangan, dan lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1. Jika sel-sel kamu tidak dapat menyerap gula untuk energi, tubuh kamu akan mulai membakar lemak untuk bahan bakar.

4 dari 6 halaman

Proses ini menghasilkan sejenis asam yang disebut keton dan terlalu banyak keton dalam aliran darah kamu dapat menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kamu kehilangan sejumlah besar cairan, yang dapat membuat kamu syok.

Gejala parah ketoasidosis diabetik meliputi:

  • kulit kering
  • wajah memerah
  • sakit kepala
  • kekakuan otot
  • muntah

5 dari 6 halaman

Menjaga gula darah kamu dalam kisaran normal membantu tubuh kamu menjaga keseimbangan cairan yang sehat. Namun, ini juga membantu untuk tetap terhidrasi.

llustrasi Wanita Minum Air Putihllustrasi Wanita Minum Air Putih © shutterstock.com

Minum air tidak hanya melawan dehidrasi, tetapi juga dapat membantu tubuh kamu membuang kelebihan glukosa. Jika kamu hidup dengan diabetes, kamu harus minum banyak cairan — sekitar 1,6 liter (L) atau 6,5 cangkir per hari untuk wanita; dan 2 L atau 8,5 gelas per hari untuk pria.

Di samping itu, sangat dianjurkan untuk meningkatkan asupan cairan dan mencegah dehidrasi, minuman lain juga efektif untuk dehidrasi.

Beri Komentar