Dinilai Lebih Nyaman, Apakah Pembalut Kain Lebih Aman?

Reporter : Anif Fathul Amin
Rabu, 3 Agustus 2022 17:03
Dinilai Lebih Nyaman, Apakah Pembalut Kain Lebih Aman?
Coba lihat keunggulan dan kekurangannya di bawah ini kuy!

aerah kewanitaan merupakan bagian tubuh yang penting untuk dijaga kesehatannya karena lebih sensitif jika dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Memilih bahan-bahan yang aman akan mendukung kesehatan organ reproduksi, seperti memilih produk sanitari dan salah satunya adalah pembalut kain.

Pembalut kain juga sama dengan pembalut wanita sekali pakai yang sudah sangat familiar dipakai sehari-hari sehingga bukan merupakan hal yang baru. Meskipun cukup familiar dan mudah digunakan, namun ternyata produk sanitasi ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri seperti berikut ini.

1 dari 6 halaman

Menhindari TTS

Menurut Healthline, Toxic Shock Syndrome (TSS) adalah infeksi bakteri yang menyerang vagina karena penggunaan tampon atau menstrual cup yang harus dimasukkan ke dalam vagina. Pembalut kain berbeda dengan tampon dan menstrual cup karena tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina. Penggunaan pembalut kain dinilai lebih aman karena resiko untuk terkena TSS lebih kecil.

 

 

2 dari 6 halaman

Tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina

Pembalut KainPembalut Kain © https://www.instagram.com/klementynhandmadecrafts/

Isu keperawanan bisa dibilang cukup sensitif dibicarakan dan penggunaan menstrual cup yang membuat selaput dara semakin tipis membuat pembalut kain bisa menjadi alternatif yang baik. Karena tidak perlu dimasukkan ke dalam vagina, maka penipisan selaput dara bisa dihindari.

Tidak hanya itu saja, memasukkan benda asing ke dalam vagina bisa merupakan hal yang aneh dilakukan oleh sebagian orang. Nah, setelah tahu beberapa keunggulan pembalut kain ini, mari kita simak kekurangannya agar kamu bisa lebih nyaman menggunakannya.

Ilustrasi PembalutIlustrasi Pembalut © shutterstock.com/Pixel-Shot

3 dari 6 halaman

Perlu sering diganti

Ilustrasi PembalutIlustrasi Pembalut © shutterstock.com/Pixel-Shot

Pembalut haid sekali pakai perlu diganti beberapa kali, sama halnya dengan pembalut kain. Pembalut kain yang tidak segera diganti akan menyebabkan daerah kewanitaan menjadi lembab dan akan menarik bakteri. Pembalut kain perlu diganti mulai dari 4 hingga 8 jam sekali tergantung banyak atau tidaknya volume darah haid yang keluar.

4 dari 6 halaman

Perlu dicuci hingga bersih

Darah yang sudah menempel di kain akan cukup sulit untuk dibersihkan dan biasanya akan tetap meninggalkan bekas ketika dicuci. Darah haid yang ada di pembalut kain harus segera dibersihkan karena jika tidak akan sulit sekali untuk menghilangkan bekasnya.

Melansir Healthline, perlu beberapa kali untuk membersihkan darah haid yang menempel di pembalut kain. Hal ini akan semakin sulit jika kamusedang bekerja atau tidak mendapatkan akses untuk membersihkan pembalut kain.

5 dari 6 halaman

Bisa menyebabkan iritasi

Menggunakan pembalut kain juga bisa menyebabkan iritasi karena pembalut kain langsung bersentuhan dengan kulit atau dermatitis kontak. Menurut Healthline, hal ini hanya akan terjadi jika vagina menjadi terlalu lembab dan tidak segera mengganti pembalut.

Iritasi dapat dengan mudah dihindari ketika kamurajin mengganti pembalut kain jika sudah terasa penuh.

Beri Komentar