Kisah Pilu Kakek Pedagang Cilok, Berjualan dari Pagi tapi Cuma Dapat 2000 Ribu Rupiah

Reporter : Anif Fathul Amin
Selasa, 4 Mei 2021 17:03
Kisah Pilu Kakek Pedagang Cilok, Berjualan dari Pagi tapi Cuma Dapat 2000 Ribu Rupiah
Penghasilannya bahkan nggak sampai 50 ribu tiap harinya.

Di usai senja, tak semua orang dapat menikmati istirahat di rumah. Sejumlah orang tetap harus membanting tulang untuk mendapatkan rupiah di hari tua.

Salah satu contohnya seperti yang diunggah akun Tiktok @aquariusneh. Seorang wanita membagikan cerita tentang kakek pedagang cilok yang setiap hari berkeliling memikul dagangannya.

1 dari 3 halaman

 

Saat itu, wanita ini hendak membeli cilok yang dijual oleh kakek ini. Kakek tersebut tampak sudah sangat tua dengan keriput di wajah dan tubuhnya.

Cilok yang dipikul itu tampak sangat banyak di dalam panci. Ternyata, hari itu, kakek ini belum mendapat banyak pembeli.

Wanita ini pun membeli cilok kakek tersebut. Dengan hati-hati, kakek tersebut memasukkan cilok ke dalam plastik. Botol kecap, saus, dan tusuk kayu tampak di samping panci cilok tersebut.

2 dari 3 halaman

Kisah Kakek Penjual CilokKisah Kakek Penjual Cilok © Tiktok @aquariusneh

Kakek tersebut bercerita, sedari pagi hingga siang itu ia berjualan, dirinya hanya mendapat Rp2.000. Angka ini tentu sangat kecil dibanding perjuangannya berkeliling memikul dagangan.

Kakek ini bercerita, penghasilan dirinya per hari kurang dari Rp50 ribu. Ia berjualan di sekitar Pasar Kertek, Wonosobo, dan juga berkeliling dari desa ke desa.

3 dari 3 halaman

Video ini pun menarik banyak perhatian pembeli. Ratusan komentar memenuhi unggahan ini.

" Semoga laris manis dan jualannya habis ya kek," komentar seorang warganet.

Warganet lain ikut berkomentar. " Beli lah dari pedagang-pedagang kecil karena mereka berjualan untuk makan, bukan untuk kaya," ujar warganet ini.

" Kalau ada penjual yang kiranya dagangannya sepi, kalau ada uang lebih walau nggak butuh, tolong dibeli ya. Seniga sehat selalu buat kalian, banyak rezeki, aamiin," komentar seorang warganet.

Beri Komentar