Keliling 7 Km Jajakan Baskom dan Gayung, Jualan Nenek Masniah Sering Tak Laku

Reporter : Anif Fathul Amin
Kamis, 29 Juli 2021 20:03
Keliling 7 Km Jajakan Baskom dan Gayung, Jualan Nenek Masniah Sering Tak Laku
Kalau jualan tak laku Nenek bawa pulang kembali dagangannya dan harus menahan lapar

Di kehidupan yang sudah moder seperti ini, pastilah sudah banyak orang yang merasakan kenyamanan dan kenikmatan. Namun, tak semua orang bisa merasakannya. Di luar sana, masih ada orang-orang yang masih harus bergelut dengan keadaam sulit dan kesusahan.

Dan mungkin itulah hidup yang harus dirasakan oleh nenek tua satu ini.

1 dari 5 halaman

Kisah Nenek MasniahKisah Nenek Masniah © Donasionline.id

Dilansir dari laman Donasionline.id, nenek ini bernama Masniah. Di usianya yang sudah tak lagi muda, ia kini harus berusah payah bekerja berdagang menjajakan gayung dan baskom.

Nasib sedih menimpanya dua bulan lalu, suaminya harus pergi selama-lamanya. Dan kini, ia tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai buruh cat.

2 dari 5 halaman

Meski zaman sudah berubah dan orang-orang sudah sering belanja online, nenek masih saja harus keliing menjual baskom dan gayungnya. Nenek Masniah mengaku, hal ini harus ia lakukan lantaran tak punya pilihan lain. Kalau ia tak bekerja, ia dan anaknya tak bisa makan.

“ Kalo ga kerja, mau makan dari mana Nak” Ujarnya sambil berkaca-kaca.

3 dari 5 halaman

Kisah Nenek MasniahKisah Nenek Masniah © Donasionline.id

Meski langkahnya sudah tertatih-tatih, tenaganya sudah mulai habis, ia masih semangat menyusuri jalan sambil membawa baskom dan gayung jualannya.

Namun sayang, perjuangannya ini sering tak sesuai dengan hasilnya. Di tengah pandemi seperti ini, tak ada satupun yang mau membeli baskom dan gayungnya. Namun, ia tak patah semangat.

4 dari 5 halaman

Kisah Nenek MasniahKisah Nenek Masniah © Donasionline.id

Ia sadar, kalau ia hanya berdiam diri di rumah, ia tak bisa mencukupi kebutuhan dan tak bisa makan. Sehari-hari, nenek Masniah biasa berangkat pada pukul 7 pagi. Kadang-kadang ia harus pulang sampai jam 5 sore saking sepinya. Tak jarang, ia harus berkeliling hingga 7 km hanya untuk menjajajkan dagangannya itu.

Dengan usahanya itu, ia hanya bisa mengumulkan uang sebesar 10 ribu rupiah saja.

Beri Komentar