70 Nasi Bungkus dan Uang 400 Ribunya Diambil Pembeli, Mbah Ginem Nangis Tak Bisa Bayar Setoran

Reporter : Anif Fathul Amin
Senin, 7 September 2020 10:03
70 Nasi Bungkus dan Uang 400 Ribunya Diambil Pembeli, Mbah Ginem Nangis Tak Bisa Bayar Setoran
Tega banget sih yang ngambil!

 Waginem (65) seorang nenek penjual nasi keliling menjadi korban penipuan oleh wanita misterius yang berpura-pura ingin memborong dagangannya pada Jumat (4/9/2020). Setiap pagi, nenek yang akrab disapa Mbah Ginem ini berjualan aneka nasi dan jajanan pasar dengan berjalan kaki keliling di kampung Poncowolo, Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari laman Kompas.com (7/9), Mbah Ginem yang tinggal di rumah kecil dan sederhana ini bercerita pagi itu, sekitar 09.00 WIB, dirinya mulai menjajakan dagangannya.

Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil hendak membeli dagangannya. Lantas, Mbah Ginem yang berjalan kaki kemudian berhenti di pinggir jalan untuk melayani orang tersebut.

1 dari 4 halaman

Saat itu, Mbah Ginem senang bukan kepalang karena dagangannya hendak diborong orang.

Nenek lima cucu ini mengaku sempat curiga karena sebelumnya sudah diikuti oleh pembeli yang mengendarai sepeda motor tersebut. Pembeli itu sempat meminta Mbah Ginem agar naik ke sepeda motornya, tapi ditolak.

Pembeli itu pun akhirnya buru-buru mengambil dagangan nasi dan dompet Mbah Ginem yang ada di dalam keranjang. Dagangan sebanyak 70 bungkus nasi dengan total seharga Rp 200.000 dan uang senilai Rp 400.000 dibawa kabur.

2 dari 4 halaman

Khawatie Tak Bisa Setoran

Kisah Mbah GinemKisah Mbah Ginem © Kompas.com

Mbah Ginem masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Nenek itu khawatir karena tidak bisa menyetorkan hasil penjualannya dari dagangan yang dititipkan kepadanya. Padahal, sehari dia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 50.000 sampai Rp60.000 untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selepas peristiwa yang dialaminya itu, meski dengan perasaan sedih Mbah Ginem beruntung bertemu dengan tetangganya yang berbaik hati mengantarkannya pulang ke rumah.

3 dari 4 halaman

Tak Berniat Laporkan Ke Polisi

Walaupun kejadian malang itu telah menimpa Mbah Ginem, tapi dia mengaku tak berniat melaporkan kejadian tersebut. Dia menganggap hal itu sebagai cobaan yang harus dijalani dengan pasrah dan ikhlas.

Kendati telah memasuki usia senja, Mbah Ginem mengaku masih tetap akan berjualan keesokan harinya.

4 dari 4 halaman

Dapat Bantuan dari Jokowi

Mbah Ginem, sapaan akrabnya, berkata pada Minggu (6/9/2020) pagi kedatangan seorang pejabat publik dari Pemerintah Kota Semarang. Saat itu, dia sempat bingung karena banyak orang-orang yang mendatanginya, beberapa ada yang meminta foto bersama.

" Tadi ada Bu Lurah, Pak RW, Bu RW, tiyang katah wau (orang banyak tadi). Kalihan Bu Ita (Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu) kulo diparingi bantuan sembako kalihan arta kangge modal sadeyan malih (saya diberikan bantuan sembako dan uang buat modal jualan lagi)," kata Mbah Ginem, Minggu.

Tak hanya itu, Mbah Ginem mengatakan ada utusan Presiden Joko Widodo yang juga sempat bertandang ke rumahnya untuk memberikan bantuan. " Enten saking Pak Jokowi bantuan sembako kalihan arta," katanya dengan wajah bahagia.

Alhamdulillah.. ikut senang akhirnya uang jualan yang sempat hilang bisa kembali lagi. Sehat-sehat terus ya Mbah :)

Beri Komentar